BANJAR — Dalam upaya memperkuat ekosistem pengembangan prestasi mahasiswa, Kampus Banjar resmi menggelar Festival Seni dan Olahraga Terpadu 2026 pada hari ini, Selasa (15 April 2026). Acara yang berlangsung selama 10 hari ini menampilkan lebih dari 50 cabang pertandingan olahraga dan 30 pertunjukan seni budaya, dengan melibatkan sekitar 2.500 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Venue utama penyelenggaraan tersebar di lapangan olahraga Kampus Banjar, gedung serbaguna Student Center, dan area terbuka di sekitar danau kampus. Pembukaan resmi dilakukan oleh Rektor Kampus Banjar, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Eka Prasetya, S.Kom., M.T., dan Kepala Biro Kemahasiswaan, Drs. Hendro Wijaya, M.A.
“Kami percaya bahwa pengembangan holistik mahasiswa tidak hanya melalui aspek akademik, tetapi juga melalui aktivitas seni dan olahraga. Festival ini adalah wujud komitmen Kampus Banjar untuk menciptakan generasi yang berimbang antara intelektualitas, kreativitas, dan kesehatan fisik,” ujar Prof. Bambang Sutrisno dalam sambutannya di hadapan ribuan mahasiswa dan undangan pada pukul 09.00 WITA.
Ragam Cabang Olahraga dan Prestasi yang Diharapkan
Pertandingan olahraga dalam festival ini mencakup cabang-cabang populer maupun tradisional. Dari kategori olahraga modern, Kampus Banjar menampilkan kompetisi futsal, bola voli, bola basket, tenis meja, bulutangkis, dan atletik. Sementara itu, untuk melestarikan budaya lokal Banjar, panitia juga menghadirkan cabang pencak silat, bakiak, dan tari tradisional yang dikompetisikan.
Menurut Ketua Panitia Festival, Asisten Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Eka Prasetya, persiapan event ini telah dimulai sejak enam bulan sebelumnya dengan melibatkan berbagai unit di lingkungan kampus.
“Kami telah merancang kompetisi ini agar inklusif. Tidak hanya untuk atlet berbakat, tetapi juga untuk mahasiswa regular yang ingin menunjukkan kemampuan mereka. Setiap fakultas memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi,” jelasnya dalam wawancara khusus pada Senin (14 April 2026) sore.
Data kepesertaan menunjukkan bahwa Fakultas Teknik memiliki jumlah peserta terbanyak dengan 450 mahasiswa, diikuti Fakultas Pendidikan dengan 380 peserta, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 360 peserta. Sementara itu, dari segi persiapan, tim inti yang mempersiapkan semua perlengkapan olahraga terdiri dari 150 mahasiswa volunteer yang bekerja secara sukarela.
Hadiah total yang disediakan untuk kategori olahraga mencapai Rp 250 juta, dengan piala tetap dan medali untuk setiap juara. “Kami ingin memberikan apresiasi nyata kepada para atlet yang telah memberikan yang terbaik mereka,” tambah Dr. Eka.
Pertunjukan Seni Budaya sebagai Jantung Festival
Tidak hanya fokus pada aspek atletik, Festival Seni dan Olahraga Terpadu 2026 juga menekankan pentingnya pelestarian seni budaya melalui serangkaian pertunjukan spektakuler. Panggung utama di gedung Student Center dirancang khusus untuk menampilkan 30 pertunjukan berbeda, mulai dari tarian tradisional Banjar, seni musik modern, teater, dan fashion show mahasiswa.
Salah satu highlight utama adalah pertunjukan tari Banjar klasik “Tari Teruna Jaya” yang akan ditampilkan oleh ekstrakurikuler Tari Tradisional Kampus Banjar pada Jumat (18 April 2026) malam. Pertunjukan ini melibatkan 80 penari dari berbagai angkatan yang telah berlatih selama tiga bulan penuh.
Koordinator Ekstrakurikuler Seni dan Budaya, Ibu Siti Nurhaliza, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan kebanggaannya atas persiapan pertunjukan ini. “Generasi mahasiswa kami sangat antusias untuk mempelajari dan melestarikan budaya lokal. Melalui pertunjukan ini, kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa seni tradisional Banjar tetap relevan dan menarik bagi kalangan muda,” katanya ketika ditemui di studio tari Kampus Banjar.
Selain itu, untuk menarik minat mahasiswa dengan latar belakang seni modern, panitia juga mengundang 15 band lokal Banjar dan musisi independen untuk tampil di sela-sela pertunjukan utama. Polanya disesuaikan dengan jadwal pertandingan olahraga, sehingga pengunjung dapat menikmati aktivitas secara bersamaan tanpa konflik waktu.
“Kami membuat kalender lengkap sehingga setiap saat ada sesuatu yang bisa dinikmati. Mulai pukul 07.00 pagi untuk cabang atletik lari, hingga malam hari ada konser dan pertunjukan teater. Ini adalah cara kami menciptakan festival yang truly alive,” jelas Dr. Eka lebih lanjut.
Inovasi Teknologi dalam Penyelenggaraan
Kampus Banjar juga menerapkan inovasi teknologi dalam penyelenggaraan festival. Sistem scoring elektronik untuk pertandingan olahraga menggunakan aplikasi berbasis cloud yang memungkinkan publikasi hasil secara real-time. Selain itu, seluruh rangkaian acara didokumentasikan oleh tim produksi multimedia mahasiswa dengan hasil yang akan dipublikasikan di platform digital kampus dan media sosial resmi.
“Kami melatih mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Broadcasting untuk mengelola sistem teknologi ini. Ini adalah bagian dari pembelajaran praktis mereka sambil berkontribusi pada kelancaran festival,” ungkap Kepala Program Studi Teknik Informatika, Prof. Dr. Arif Widodo, S.Kom., M.Kom.
Dampak dan Manfaat Bagi Pengembangan Mahasiswa
Menurut Kepala Biro Kemahasiswaan Drs. Hendro Wijaya, festival ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan komprehensif mahasiswa Kampus Banjar. “Keterlibatan dalam aktivitas olahraga dan seni terbukti meningkatkan kemampuan soft skills, teamwork, kepemimpinan, dan kepercayaan diri. Kami ingin menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas akademis tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan karakter yang baik,” paparnya.
Data dari survei internal Biro Kemahasiswaan tahun 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seni dan olahraga memiliki rata-rata indeks prestasi akademik (IPK) yang tidak berbeda jauh dengan mahasiswa yang tidak aktif. Bahkan, dalam beberapa fakultas, mahasiswa aktif menunjukkan performa akademik yang lebih baik, didukung oleh manajemen waktu dan kedisiplinan yang lebih baik.
“Ini membuktikan bahwa tidak ada trade-off negatif antara keterlibatan dalam seni-olahraga dengan prestasi akademik. Malah, keduanya dapat saling mendukung,” tambah Drs. Hendro.
Respons Mahasiswa dan Antusiasme Universitas
Respons mahasiswa terhadap penyelenggaraan festival ini sangat positif. Dari 2.500 peserta yang mendaftar, angka partisipasi mencapai 92 persen, jauh melampaui target awal yang ditetapkan panitia sebesar 75 persen. Ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk menunjukkan bakat dan prestasi mereka.
Ketua BEM Kampus Banjar, Mahendra Putra, mahasiswa angkatan 2023 dari Fakultas Hukum, menyatakan bahwa festival ini adalah momen yang dinanti-nantikan oleh seluruh mahasiswa. “Biasanya kegiatan seni dan olahraga bersifat terpisah, tapi kali ini Kampus Banjar menciptakan sesuatu yang holistik. Ini menciptakan semangat kebersamaan dan loyalitas terhadap kampus yang lebih kuat,” ujarnya dengan penuh antusiasme.
Harapan dan Keberlanjutan
Rektor Prof. Bambang Sutrisno mengindikasikan bahwa jika festival tahun ini berjalan sukses, Kampus Banjar akan menjadikannya sebagai agenda tahunan tetap. “Kami bahkan berencana untuk memperluas skala ke taraf regional atau nasional pada tahun-tahun mendatang. Ini akan memberikan platform bagi mahasiswa kami untuk berkompetisi dengan mahasiswa dari kampus lain dan menunjukkan prestasi Kampus Banjar,” tambahnya dengan optimisme.
Komitmen administratif juga terlihat dari alokasi anggaran yang signifikan, yakni Rp 800 juta untuk penyelenggaraan festival tahun ini, meningkat 40 persen dari anggaran kegiatan mahasiswa tahun lalu.
Kesimpulan
Festival Seni dan Olahraga Terpadu 2026 di Kampus Banjar merepresentasikan komitmen institusi terhadap pengembangan mahasiswa yang holistik. Melalui kolaborasi antara berbagai unit kampus, dukungan administrasi, dan partisipasi aktif mahasiswa, Kampus Banjar menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan intelektual, kreativitas, dan kesejahteraan fisik generasi muda.
Dengan mengintegrasikan cabang olahraga tradisional dan modern, serta seni budaya lokal dan kontemporer, festival ini juga menjadi medium pelestarian budaya sekaligus modernisasi yang seimbang. Antusiasme mahasiswa yang tinggi dan dukungan pimpinan kampus memberikan harapan bahwa inisiatif ini akan berkelanjutan dan terus berkembang di masa depan.
Kampus Banjar dengan bangga mempersembahkan festival ini sebagai bukti nyata bahwa perguruan tinggi bukan sekadar lembaga pengajaran akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan talenta yang sesungguhnya.
—
[Penulis: Redaksi Jurnalistik Kampus Banjar | Editor: Humas Kampus Banjar | Tanggal: 15 April 2026]