Banjar – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Kampus Banjar. Tiga mahasiswa program studi Biologi dan Kimia berhasil meraih medali emas dalam ajang International Science and Innovation Championship (ISIC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April lalu. Pencapaian ini menandai momentum kebangkitan akademik institusi pendidikan di kawasan Banjar yang terus menunjukkan komitmen terhadap keunggulan pendidikan tinggi.
Ketiga pemenang tersebut adalah Rafika Nur Azizah (21), mahasiswa semester VI Program Studi Biologi dengan karya penelitian berjudul “Pengembangan Probiotik Berbasis Mikroorganisme Lokal untuk Meningkatkan Kesehatan Pencernaan Masyarakat Pedesaan”; Dimas Pratama Wijaya (20), mahasiswa semester IV Kimia dengan riset “Sintesis Material Polimer Ramah Lingkungan dari Limbah Plastik Industri”; dan Siti Nurhaliza (22), mahasiswa semester VIII Biologi dengan penelitian “Konservasi Keanekaragaman Hayati Endemik Kawasan Banjar Melalui Teknologi Bioteknologi Modern”.
Perjalanan Panjang Menuju Prestasi Internasional
Kesuksesan ketiga mahasiswa ini tidak datang begitu saja. Rafika Nur Azizah menjelaskan bahwa persiapan untuk kompetisi internasional dimulai sejak enam bulan sebelumnya. “Kami mulai mengembangkan ide riset pada Oktober 2025 setelah mengikuti workshop riset yang disponsori oleh institusi kami. Proses penelitian kami dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Kampus Banjar dengan pembimbingan Dr. Hendra Kusuma, dosen senior yang memiliki publikasi internasional,” ujar Rafika dalam wawancara di kantor Rektorat Kampus Banjar, Senin (11/4/2026).
Dimas Pratama Wijaya menambahkan bahwa persiapan akademis diperkuat dengan dukungan penuh dari Laboratorium Kimia Organik Kampus Banjar. “Saya telah menghabiskan rata-rata 40 jam per minggu di laboratorium, dibantu oleh Dr. Margaretha Sirait, pembimbing penelitian saya yang sangat berdedikasi. Beliau selalu memberikan masukan konstruktif dan memotivasi kami untuk terus berinovasi,” cerita Dimas dengan antusias.
Sementara itu, Siti Nurhaliza menceritakan bahwa riset mereka juga melibatkan kolaborasi dengan Pusat Studi Lingkungan Kampus Banjar dan lembaga konservasi lokal. “Kami melakukan survei lapangan di beberapa lokasi konservasi di sekitar Banjar untuk mengumpulkan data spesimen tanaman endemik. Proses ini membutuhkan koordinasi yang ketat dan manajemen waktu yang disiplin,” papar Siti.
Kompetisi Bergengsi di Level Internasional
International Science and Innovation Championship 2026 merupakan salah satu kompetisi penelitian paling bergengsi di Asia Tenggara. Kompetisi ini menghadirkan peserta dari lebih dari 150 universitas di 24 negara, mencakup peneliti muda dari berbagai disiplin ilmu mulai dari sains alam, teknologi, hingga inovasi sosial.
Juri kompetisi terdiri dari para akademisi terkemuka dan profesional industri dari institusi-institusi ternama seperti Universitas Chulalongkorn, Institut Teknologi Bangkok, dan berbagai organisasi penelitian internasional. Evaluasi dilakukan melalui tiga tahap: presentasi poster ilmiah, presentasi oral di depan juri, dan sesi pertanyaan-jawab mendalam mengenai metodologi, temuan, dan potensi aplikasi praktis dari penelitian.
“Ketika pengumuman hasil pada 10 April pagi, saya benar-benar terkejut ketika nama saya dipanggil sebagai pemenang kategori riset kesehatan,” cerita Rafika dengan wajah yang masih terlihat berkesan. “Saya melihat ada peserta dari universitas top dunia yang juga berkompetisi. Rasanya sangat luar biasa ketika trofi emas diberikan langsung oleh Direktur ISIC dan Menteri Sains Thailand.”
Prestasi ini diperoleh Kampus Banjar untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi tahunan yang telah berjalan selama 14 tahun. Institusi pendidikan lain yang biasanya mendominasi adalah universitas-universitas terkemuka dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Respons dan Dukungan dari Pimpinan Kampus
Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Kampus Banjar, menyambut prestasi ini dengan kebanggaan yang tinggi. Dalam konferensi pers di Aula Utama Kampus Banjar pada Senin pagi (11/4/2026), Prof. Bambang mengumumkan serangkaian tindakan institusional untuk mendukung pengembangan penelitian lebih lanjut.
“Pencapaian ketiga mahasiswa kami ini adalah hasil dari dedikasi mereka sendiri, bimbingan dosen yang kompeten, dan sistem dukungan penelitian yang terus kami kembangkan di Kampus Banjar. Saya sangat bangga, namun ini juga menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi,” ungkap Prof. Bambang dengan intonasi yang penuh penghargaan.
Rektor selanjutnya mengumumkan alokasi dana tambahan sebesar 500 juta rupiah untuk pengembangan laboratorium penelitian di tahun akademik 2026-2027. “Kami akan memperkuat infrastruktur laboratorium terutama di bidang bioteknologi, kimia organik, dan teknologi lingkungan. Selain itu, kami juga akan membuka beasiswa riset khusus untuk mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan penelitian ke tingkat master,” jelas Prof. Bambang.
Dr. Hendri Kusuma, Dekan Fakultas Sains Kampus Banjar, juga memberikan apresiasi yang mendalam. “Ketiga mahasiswa ini telah menjadi role model bagi mahasiswa lainnya. Mereka menunjukkan bahwa mahasiswa dari kampus regional seperti Kampus Banjar mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas terbaik nasional dan internasional. Ini adalah hasil dari budaya akademik yang kami bangun bersama-sama,” kata Dr. Hendri dalam kesempatan yang sama.
Dampak Terhadap Ekosistem Akademik Kampus
Prestasi ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan terhadap ekosistem akademik dan reputasi Kampus Banjar. Dr. Erna Wijayanti, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kampus Banjar, melihat momentum ini sebagai titik balik dalam pengembangan riset di institusi.
“Kemenangan ini akan meningkatkan motivasi mahasiswa dan dosen untuk lebih serius dalam melakukan riset berkualitas. Kami juga akan berupaya untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kami di jurnal internasional ternama. Target kami adalah minimal dua publikasi internasional per mahasiswa peneliti dalam setahun,” papar Dr. Erna dengan optimis.
Selain itu, prestasi ini juga diperkirakan akan meningkatkan minat calon mahasiswa baru untuk memilih Kampus Banjar, terutama di program studi sains dan teknologi. Bagian Penerimaan Mahasiswa Kampus Banjar sudah melaporkan lonjakan pendaftaran sebesar 23% dalam minggu pertama setelah pengumuman prestasi ini.
Rencana Pengembangan Penelitian ke Depan
Ketiga mahasiswa pemenang telah merencanakan langkah-langkah berikutnya dalam pengembangan riset mereka. Rafika berencana melanjutkan penelitian probiotik mereka dengan target komersial pada dua tahun mendatang. “Kami sedang menjalin diskusi dengan beberapa industri farmasi dan kesehatan untuk melihat kemungkinan aplikasi hasil riset kami,” ungkap Rafika.
Dimas, sementara itu, telah menerima penawaran untuk menjadi peneliti junior dalam proyek penelitian polimer ramah lingkungan yang dibiayai oleh lembaga internasional. “Saya akan mulai proyek baru yang melibatkan kolaborasi dengan universitas partner di Jepang dan Korea Selatan. Saya sangat antusias dengan kesempatan ini,” kata Dimas.
Siti juga memiliki rencana ambisius untuk melanjutkan proyek konservasi mereka dengan cakupan yang lebih luas. “Setelah lulus nanti, saya bermimpi untuk membentuk lembaga nirlaba yang fokus pada konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Banjar dan sekitarnya. Hasil riset kami selama ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk inisiatif ini,” jelas Siti dengan penuh determinasi.
Kesimpulan dan Harapan Masa Depan
Prestasi mahasiswa Kampus Banjar di International Science and Innovation Championship 2026 merupakan bukti nyata dari komitmen institusi terhadap keunggulan akademik dan riset. Kemenangan ini tidak hanya membawa kehormatan bagi ketiga mahasiswa dan kampus, tetapi juga menginspirasi seluruh komunitas akademik untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.
Ke depannya, Kampus Banjar diharapkan dapat terus menghasilkan peneliti dan inovator muda yang mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan dukungan infrastruktur yang ditingkatkan, pendanaan yang memadai, dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, Kampus Banjar memiliki potensi besar untuk menjadi pusat penelitian dan inovasi yang diakui di tingkat regional maupun global.
Seperti yang dinyatakan oleh Prof. Bambang Sutrisno dalam penutup konferensi pers, “Prestasi hari ini adalah awal dari perjalanan panjang kami menuju keunggulan akademik global. Kami berterima kasih kepada semua mahasiswa, dosen, dan karyawan yang telah berkontribusi. Mari kita terus berinovasi dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik.”
—
Penulis: Tim Humas Kampus Banjar
Diterbitkan: Jumat, 11 April 2026, 14:30 WIB